Pengaruh Adanya Bank Sampah terhadap Kebersihan Lingkungan Sekolah di SDIT Al Kamil

Disusun Oleh

Dibimbing Oleh

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Bank sampah merupakan suatu sistem pengolahan sampah kering yang mampu mendukung masyarakat bisa ikut berpartisipasi aktif dalam menampung dan memilah sampah agar masyarakat bisa memperoleh manfaat ekonomi yang dihasilkan dari sampah yang telah dipilah. Bank sampah sudah ada sejak 2008 lalu yang diinisiasi oleh Bambang Suwerda. Namun, keberadaan bank sampah masih asing ditelinga masyarakat yang disebabkan karena mereka belum pernah merasakan manfaat yang diperoleh oleh bank sampah. (Suwerda, 2012).

Padahal dengan adanya bank sampah secara langsung maupun tidak langsung mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, diantaranya dengan reproduksi sampah. Reproduksi sendiri adalah suatu aktifitas yang bertujuan untuk meningkatkan nilai suatu objek dan membentuk ulang atau merubah bentuk objek agar menjadi baru dan memiliki manfaat.

Pengolahan sampah di lingkungan sekolah seharusnya bukan hanya menjadi tanggung jawab dari petugas kebersihan saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah termasuk para murid. Begitu pula pengelolaan sampah di SDIT Al Kamil ini tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan saja, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh warga SDIT Al Kamil. Seluruh guru, murid dan pegawai sekolah di SDIT Al Kamil diharapkan ikut memilah sampah-sampah di lingkungan sekolah. Sehingga sampah yang dibuang ke TPA adalah sampah yang sudah residu. Artinya sampah tersebut sudah tidak bisa lagi digunakan untuk diolah maupun didaur ulang lagi.

Dengan adanya pengolahan sampah yang baik maka lingkungan akan bersih dan rapi. Lingkungan yang bersih dan rapi akan berdampak pada suasana belajar kondusif dan menyenangkan sehingga mendukung pembelajaran yang efektif.

Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin melakukan penelitian mengenai pengaruh adanya bank sampah terhadap kebersihan lingkungan di SDIT Al Kamil.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Apa saja dampak positif adanya bank sampah di lingkungan sekolah SDIT Al Kamil?
  2. Siapa saja yang bertanggung jawab atas pengelolaan sampah di sekolah SDIT Al Kamil?
  3. Apa pengaruh adanya bank sampah terhadap lingkungan kebersihan sekolah di SDIT Al Kamil?

C. Hipotesis

  1. Dengan adanya bank sampah secara langsung maupun tidak langsung mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, diantaranya dengan reproduksi sampah. Reproduksi sendiri adalah suatu aktifitas yang bertujuan untuk meningkatkan nilai suatu objek dan membentuk ulang atau merubah bentuk objek agar menjadi baru dan memiliki mamfaat
  2. Pengolahan sampah di lingkungan sekolah seharusnya bukan hanya menjadi tanggung jawab dari petugas kebersihan saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah termasuk para murid. Begitu pula pengelolaan sampah di SDIT Al Kamil ini tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan saja, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh warga SDIT Al Kamil.
  3. Dengan adanya bank sampah pengolahan sampah akan menjadi lebih baik, pengelolaan sampah yang baik maka lingkungan akan bersih dan rapi. Lingkungan yang bersih dan rapi akan berdampak pada suasana belajar kondusif dan menyenangkan sehingga mendukung pembelajaran yang efektif.

D. Tujuan Penelitian

Mengetahui dampak positif dan manfaat apa aja yang didapat warga sekolah SDIT Al Kamil dari bank sampah. Diantaranya adalah manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh sampah dan kebersihan lingkungan.

E. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Memaparkan segala fungsi bank sampah bagi kebersihan lingkungan sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan bagi seluruh warga di sekolah SDIT Al kamil

Kajian Pustaka

A. Penjelasan Bank Sampah

Bank sampah adalah tempat yang digunakan untuk mengumpulkan dan mengelola sampah yang masih bisa didaur ulang, seperti kertas, plastik, botol, dan logam menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sistemnya hampir sama seperti bank biasa, tetapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Sampah yang disetor akan ditimbang, kemudian hasilnya dicatat dalam buku tabungan. Kegiatan ini membantu masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Selain itu, bank sampah juga memberikan manfaat ekonomi karena sampah yang terkumpul dapat dijual dan menghasilkan uang. Dengan adanya bank sampah, masyarakat dapat belajar memilah sampah sejak dari rumah serta menjaga lingkungan agar tetap bersih.

B. Manfaat bank Sampah

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK, 2021), bank sampah bermanfaat untuk mengurangi timbunan sampah rumah tangga dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Selain itu, menurut Suryani (2018) dalam jurnal Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, bank sampah dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

  1. Manfaat lingkungan
    Bank sampah memberikan banyak manfaat bagi lingkungan. Dengan adanya bank sampah, masyarakat menjadi terbiasa memilah dan mengelola sampah dengan benar, sehingga jumlah sampah yang dibuang ke alam berkurang. Hal ini membantu mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara. Lingkungan juga menjadi lebih bersih, indah, dan sehat karena sampah tidak menumpuk sembarangan. Selain itu, kegiatan daur ulang yang dilakukan bank sampah membantu menghemat sumber daya alam, karena bahan-bahan seperti plastik, kertas, dan logam bisa digunakan kembali. Jadi, keberadaan bank sampah sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan.
  2. Manfaat ekonomi
    Bank sampah tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga bagi perekonomian masyarakat. Melalui kegiatan bank sampah, warga dapat menabung sampah yang masih bisa dijual, seperti plastik, kertas, dan logam. Sampah-sampah tersebut kemudian ditimbang dan dinilai dengan harga tertentu, sehingga masyarakat bisa mendapatkan uang dari hasil setoran sampah. Selain itu, bank sampah juga bisa menciptakan lapangan kerja baru, seperti petugas pengumpulan, pengelola, dan pengepul sampah daur ulang. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat menjadi lebih mandiri secara ekonomi, karena dapat memperoleh penghasilan tambahan sambil tetap menjaga kebersihan lingkungan.

C. Pengaruh terhadap Kebersihan Lingkungan

Menurut para ahli, kebersihan lingkungan adalah kondisi bebas dari kotoran yang esensial untuk kesehatan, kesejahteraan manusia, dan kelestarian ekosistem. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan sanitasi lingkungan sebagai upaya mengendalikan faktor lingkungan fisik untuk mencegah penyakit, sedangkan ahli seperti Dr. Sarlito Wirawan Sarwono menekankan bahwa menjaga kebersihan adalah kunci mencegah dampak negatif dari kerusakan lingkungan terhadap kesehatan.

Disimpulkan bahwa kebersihan lingkungan adalah kondisi di mana lingkungan bebas dari bau tidak enak, debu, dan sampah yang menyebabkan adanya penyakit bagi tubuh.

Bank sampah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap lingkungan. Dengan adanya bank sampah, masyarakat terutama warga sekolah menjadi terbiasa untuk memilah dan mengelola sampah dengan baik, sehingga jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir menjadi lebih sedikit.

Hal ini membantu mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara, karena sampah yang biasanya menumpuk dan menimbulkan bau dapat diolah kembali menjadi barang yang berguna. Lingkungan sekolah pun menjadi lebih bersih, sehat, dan indah. Selain itu, kegiatan bank sampah juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian alam, sehingga tercipta lingkungan yang asri dan nyaman untuk kegiatan pembelajaran.

Metodologi

A. Tempat, waktu penelitian

  1. Tempat Penelitian
    Penelitian ini dilaksanakan di SDIT Al Kamil Depok, yang berlokasi di Jl Markisa 6, RT 02/ RW 03, kota Depok. SDIT Al Kamil memiliki 15 ruang kelas dan memiliki berbagai macam sarana dan prasarana yang menunjang belajar dan pembelajaran, seperti ruang komputer, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang kurikulum, perpustakaan, masjid, kamar mandi, lapangan, dan lain-lain.
  2. Waktu Penelitian
NoKegiatanBulan
Sep-25Oct-25Nov-25Dec-25Jan-26
12341234123412341234
1Pengajuan judulV                   
2Revisi judulV                   
3Bimbingan BAB 1 V                  
4Revisi BAB 1  V                 
5Bimbingan BAB 2  V                 
6Revisi BAB 2    V               
7Bimbingan BAB 3    V               
8Revisi BAB 3      V             
9Wawancara informan          V         
10Bimbingan BAB 4           V        
11Revisi BAB 4                V   
12Bimbingan BAB 5               V    
13Revisi BAB 5                    V

B. Metode dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode wawancara. Yang informasinya didapat langung dari narasumber. Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung dari narasumber melalui kegiatan tanya jawab, sehingga peneliti dapat memahami pandangan dan pengalaman mereka terhadap topik yang diteliti.

C. Populasi dan Sampel

Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi. Sampel dalam penelitian kualitatif dinamakan informan penelitian. Informan penelitian adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian dan merupakan orang yang benar-benar mengetahui permasalahan yang akan diteliti (Moleong,2016). Adapun informan penelitian ini adalah:

  1. Kepala sekolah: Bu Seally yunita sari
  2. Kordinator adwiyata: Bu Lilis dariati
  3. Janitor: Bapak Muhammad fikri fauzi

D. Sumber data

Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan satu jenis sumber data yaitu data Primer. Menurut Sugiyono (2018) data primer yaitu sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Peneliti menggunakan hasil wawancara yang didapatkan dari informan sebagai data primer.

E. Instrumen Penelitian

Menurut Sugiyono (2018), instrumen penelitian adalah alat bantu yang dan digunakan oleh peneliti dalam melakukan kegiatannya untuk mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Dalam penelitian ini, instrumen penelitian yang digunakan antara lain:

  1. Peneliti
    Peneliti sebagai instrument penelitian berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, analisis data dan membuat kesimpulan atas temuannya.
  2. Pedoman Wawancara
    Pedoman wawancara digunakan oleh peneliti supaya dapat mendalami sebuah pertanyaan saat wawancara.
  3. Alat tulis
    Seorang peneliti harus senantiasa menyiapkan alat tulis agar dapat digunakan saat melakukan penelitian.
  4. Alat rekam
    Alat rekam digunakan oleh peneliti untuk merekam kejadian yang direncanakan seperti wawancara.
  5. Dokumen atau literatur
    Dalam melakukan penelitian, peneliti mempelajari dokumen atau literatur yang terkait fokus penelitian sebagai bahan pembanding atau mendalami hal yang sedang diteliti.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data menurut Sugiyono (2018) terdiri atas observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data melalui teknik wawancara dan dokumentasi.

A. Wawancara
Dalam penelitian ini, peneliti mencatat atau merekam semua jawaban dari informan. Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur. Wawancara struktur yaitu peneliti sudah menyiapkan pertanyaan terlebih dahulu sebelum mewawancarai informan. Wawancara dengan informan dilakukan secara langsung atau melalui aplikasi video call.

B. Dokumentasi
Dokumentasi ini merekam semua hasil wawancara dan keterangan yang diberikan oleh informan.

G. Analisis Data

Analisis data menurut Sugiyono (2018) adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, memilih yang penting dan yang akan dipelajari serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.

1. Reduksi data
Dalam tahap reduksi data, peneliti menyederhanakan data hasil wawancara dengan informan dengan cara merangkum dan memusatkan perhatian pada informasi yang paling penting.

2. Triangulasi
Triangulasi merupakan teknik untuk memeriksa keabsahan data dengan memanfaatkan berbagai cara untuk membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian (Moleong, 2016). Terdapat empat jenis triangulasi, yaitu triangulasi sumber, metode, penyidik, dan teori. Pada penelitian ini, peneliti hanya menggunakan triangulasi.

3. Penyajian data
Pada tahap penyajian data, peneliti menguraikan hasil wawancara yang diperoleh dari para informan.

4. Penarikan kesimpulan
Menurut Sugiyono (2018), kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah hasil temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan tersebut dapat berupa penjelasan atau gambaran tentang suatu objek yang awalnya belum jelas menjadi lebih jelas setelah dilakukan penelitian.

Hasil dan Pembahasan

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Identitas Informan 

Peneliti melakukan wawancara dengan mencari informan  yang memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan dalam penelitian ini. Peneliti  mewawancarai 3 orang informan yaitu kepala sekolah SDIT Al Kamil, Ibu  Saely Yunita Sari, M.Pd, koordinator Tim Adiwiyata SDIT Al Kamil, Ibu Lilis  Dariati, S.Mn, S.Pd dan bapak janitor SDIT Al Kamil, Bapak Fikri. Berikut  merupakan tabel jadwal wawancara yang dilakukan oleh peneliti: 

Tabel 3.2 Tabel jadwal wawancara informan 

Nama informan Pekerjaan Tanggal  wawancaraTempat  wawancara
Saely Yunita Sari,  M.PdKepala sekolah  SDIT Al KamilRabu, 26  November 2025Ruang kepala  sekolah
Lilis Dariati,  S.Mn, S.PdKordinator  adwiyata SDIT Al KamilRabu, 26  Novemver 2025Ruang kepala sekolah
Muhammad Fikri  FauziJanitor SDIT Al KamilRabu, 26  November 2025Ruang kepala  sekolah

Gambar 4.1 Wawancara bersama Ibu Saely 

Informan yang pertama dalam penelitian ini adalah Ibu Saely Yunita Sari yang  bisa dipanggil bu Saely. Beliau adalah kepala SDIT Al Kamil. Pendidikan terakhir  beliau adalah S2. Informan ini selanjutnya disebut SY. 

Gambar 4.2 Wawancara bersama koordinator adwiyata SDIT Al Kamil, Ibu Lilis

 Informan yang kedua dalam penelitian ini adalah ibu Lilis Dariati yang biasa  dipanggil Bu Lilis. Beliau adalah kordinator adwiyata di SDIT Al Kamil.  Pendidikan terakhir beliau adalah S1. Informan ini selanjutnya disebut LD. 

Gambar 4.3 Wawancara bersama Bapak Muhammad Fikri Fauzi 

Informan yang ketiga dalam penelitian ini adalah bapak Muhammad Fikri Fauzi  yang biasa dipanggil Bapak Fikri. Beliau adalah salah satu janitor di SDIT Al Kamil. Pendidikan terakhir beliau adalah SMA. Informan ini selanjutnya disebut  MF.

2. Hasil Wawancara

No Pertanyaan Informan SY Informan LD Informan MF
Kondisi kebersihan sekolah saat ini
1 Bagaimana kondisi  kebersihan lingkungan di SDIT  AL Kamil saat ini? Mulai  berkurangnya  sampah karena  adanya program  zerowaste.Bersih tidak  banyak sampah  tertumpuk.Bersih, tapi  masih banyak yang membuang  sampah sembarangan.  
2 Apa saja jenis  sampah yang paling  sering ditemukan di  lingkungan  sekolah? Sampah bungkus  makanan/snack.Organik, yaitu  dedaunan dan sampah bekas makanan/snack.Dedaunan, botol  plastik.
3 Bagaimana cara sekolah mengelola sampah sebelum adanya program bank sampah?Dengan mambawa kembali sampah  pribadi.Dengan memilah,  tetapi diserahkan kepada petugas  sampah.Dikumpulkan lalu diangkut oleh petugas kebersihan.
4 Apakah ada kendala  dalam menjaga  kebersihan  lingkungan sekolah?  Belum semua  murid mempunyai  tanggung jawab  sendiri.Ada, dari  kesadaran warga  sekolah, dan  pengelolaan sampah yang  belum maksimal  Ada, ketika  hujan masih banyak sampah, dan masih kurang kesadaran warga  sekolah.
Manfaat bank sampah
1 Menurut Bapak/Ibu  apa manfaat yang  bisa didapat jika program bank sampah dijalankan  di sekolah? Dapat mengurangi jumlah sampah, sampah dapat didaur ulang, menumbuhkan cinta, peduli terhadap lingkungan.Manfaatnya sampah terpilah  dengan baik dan sampah bisa jadi  uang.Mengurangi dedaunan, bisa  jadi kompos, dan bisa ditukar  menjadi uang.
2 Apa peran bank sampah terhadap  kebersihan lingkungan sekolah?Mengelola sampah yang ada  di lingkungan sekolah melalui  kader adwiyata,  mengurangi jumlah sampah.Pengelolaan sampah yang baik.Mengurangi sampah di lingkungan sekolah.
3 Bagaimana program  bank sampah dapat  membantu menjaga  kebersihan sekolah?Mengelola dan mendistribusikan  sampah yang ada  di lingkungan sekolah dan pemilahannya, memilah sampah  sesuai jenisnya.Mengajak seluruh  warga menjadi  pengurus bank sampah. Tanggung jawab  mengelola sampah dengan  baik.Sangat membantu karena dapat mengurangi volume sampah.
Harapan Dan Dukungan Terhadap Prgram Bank Sampah
1 Apa harapan Bapak/Ibu terhadap  pelaksanaan program bank sampah di SDIT AL  KamilTumbuhnya budaya peduli sekitar, berkurangnya sampah di lingkungan sekolah, lingkungan menjadi bersih,  indah, aman, nyaman, dan terbebas dari berbagai sumber  penyakit.Harapannya program ini berjalan dengan  baik, dan dapat  dukungan dari seluruh warga sekolah juga pihak yayasan.Berjalan dengan  baik.
2 Dukungan apa saja yang dibutuhkan  agar program bank  sampah ini dapat  berjalan dengan baik?Kesadaran warga  sekolah untuk menjaga lingkungan, dapat  memilah sampah  sesuai jenisnya, kolaborasi murid,  guru, orang tua,  dan warga sekolah  untuk menjaga sekolah. Sarana  dan prasarana, dapat bekerja sama pengelola  sampah sukatani.Lokasi, pengurus,  dan jadwal rutin.Dukungan dari  yayasan, guru,  orangtua, berkordinasi. Sampah dipilah dan diberikan ke  bank sampah

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Pembahasan analisis manfaat bank sampah mengacu pada rumusan  masalah, yaitu, (1) Menurut Bapak/Ibu apa manfaat yang bisa didapat jika  program bank sampah dijalankan disekolah? (2) Apa peran bank sampah  terhadap kebersihan lingkungan sekolah? (3) Bagaimana program bank sampah  dapat membantu menjaga kebersihan sekolah? 

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan SY, LD, dan MF  diperoleh data bahwa dampak positif adanya bank sampah di lingkungan  sekolah adalah mengurangi jumlah sampah, meningkatkan kegiatan daur ulang,  serta memberikan manfaat ekonomi karena sampah dapat ditukar menjadi uang.

Selain itu, sampah organik seperti dedaunan dapat diolah menjadi kompos  sehingga bermanfaat bagi lingkungan sekolah. Pengelolaan sampah di  lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan,  tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh warga sekolah, termasuk siswa,  guru, orang tua, dan pihak yayasan. Hal ini sesuai dengan pendapat informan  yang menyatakan bahwa kesadaran dan kerja sama seluruh warga sekolah  sangat diperlukan dalam menjaga kebersihan lingkungan. 

Pengaruh adanya bank sampah terhadap kebersihan lingkungan  sekolah adalah pengelolaan sampah menjadi lebih teratur, volume sampah  berkurang, dan lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan rapi. Lingkungan  yang bersih dan rapi dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan  menyenangkan sehingga mendukung proses pembelajaran yang efektif. 

Bedasarkan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa bank sampah  berperan penting dalam mengurangi volume sampah di lingkungan sekolah dan  dapat meningkatkan kesadaran warga sekolah terhadap lingkungan.

Kesimpulan dan Saran

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa:

  1. Manfaat utama bank sampah bagi linkungan adalah mengurangi volume sampah.
  2. Dengan adanya bank sampah, murid menjadi terbiasa memilah sampah sesuai jenisnya.
  3. Bank sampah dapat menjadi program unggulan sekolah dalam menjaga lingkungan.
  4. Bank sampah membantu menciptakan lingkungan belajar yang rapi sehingga siswa dapat belajar dengan lebih fokus.
  5. Bank sampah membantu menumbuhkan sikap peduli lingkungan pada siswa SDIT Al Kamil.

B. Saran

Berdasarkan hasil kesimpulan tersebut, beberapa hal yang disarankan antara lain:

  1. Pelaksanaan bank sampah secara rutin dapat membuat lingkungan sekolah lebih bersih.
  2. Kebiasaan memilah sampah dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
  3. Peran guru sebagai contoh diharapkan dapat membentuk sikap disiplin siswa.
  4. Kerja sama dengan orang tua dan warga sekolah dapat mendukung keberlanjutan program bank sampah.

Daftar Pustaka

https://chatgpt.com/s/t_68fa1bf76f5c8191b974a9cf35fcec8a

https://chatgpt.com/s/t_68fa2f1913548191a8394fd7bb78ba67

https://www.google.com/gasearch?q=kebersihan%20lingkungan%20menurut%20 ahli

PEDOMAN WAWANCARA TERSTRUKTUR 

PENGARUH ADANYA BANK SAMPAH TERHADAP KEBERSIHAN  LINGKUNGAN SEKOLAH DI SDIT AL KAMIL 

Hari, Tanggal: 

Petunjuk Umum Wawancara 

1. Mengucapkan terimakasih atas kesediaan di wawancarai. 

2. Melakukan perkenalan dua arah, baik peneliti maupun informan mulai dari  nama, umur, pendidikan, pekerjaan. 

3. Dalam diskusi informan bebas mengeluarkan pendapat. 

4. Menjelaskan bahwa pendapat, saran dan pengalaman informan sangat  berharga. 

5. Dalam wawancara tidak ada jawaban yang benar atau salah  

Identitas Informan 

1. Nama: 

2. Jenis Kelamin: 

3. Pendidikan Terakhir: 

4. Pekerjaan: 

Pertanyaan

No Pertanyaan Jawaban
Kondisi Kebersihan Sekolah Saat Ini 
1 Bagaimana kondisi kebersihan lingkungan di  SDIT AL Kamil saat ini? 
2 Apa saja jenis sampah yang  paling sering ditemukan di  lingkungan sekolah?  
3 Bagaimana cara sekolah  mengelola sampah sebelum  adanya program bank sampah? 
4 Apakah ada kendala dalam  menjaga kebersihan lingkungan sekolah? 
Manfaat bank sampah 
1 Menurut Bapak/Ibu apa manfaat yang bisa didapat jika  program bank sampah dijalankan di sekolah? 
2 Apa peran bank sampah terhadap kebersihan lingkungan sekolah? 
3 Bagaimana program bank  sampah dapat membantu  menjaga kebersihan sekolah? 
Harapan Dan Dukungan Terhadap Prgram Bank Sampah
1 Apa harapan Bapak/Ibu terhadap pelaksanaan program  bank sampah di SDIT AL  Kamil 
2 Dukungan apa saja yang  dibutuhkan agar program  bank sampah ini dapat berjalan dengan baik? 

Baca Juga Karya Tulis Lainnya

KONTAK

0851 7418 7548

info@al-kamil.sch.id

SOCIAL MEDIA

Organized by Humas Yayasan Cahaya Insan Mulya