Pendahuluan
A. Latar Belakang
Perubahan cuaca ekstrem menjadi salah satu kejadian alam yang kini makin sering terjadi dan mendapat perhatian dari masyarakat. Beberapa contoh cuaca ekstrem diantaranya hujan lebat, angin puting beliung, gelombang panas yang berkepanjangan, dan sebagainya. Salah satu faktor penyebabnya adalah faktor perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global.
Menurut para ahli, pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata bumi akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Jadi pemanasan global adalah peningkatan suhu di bumi sehingga menjadi semakin panas. Penyebab pemanasan global diantaranya adalah pembakaran bahan bakar fosil (bensin, solar, batu bara), penebangan hutan (deforestasi), polusi udara dari kendaraan bermotor dan pabrik, dan penggunan listrik berlebihan.
Dampak pemanasan global terhadap kesehatan antara lain suhu panas menyebabkan dehidrasi dan polusi udara yang menimbulkan penyakit antar lain asma, sesak nafas, batuk, influenza, penyebaran penyakit seperti demam berdarah akibat nyamuk, dan kulit mudah terbakar sinar ultraviolet (UV).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar lelakang tersebut, rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana pengaruh pemanasan global terhadap kesehatan siswa kelas VI SDIT Al Kamil.
C. Hipotesis
Pemanasan global sangat berdampak terhadap kesehatan khususnya siswa kelas VI SDIT Al Kamil, antara lain berupa dehidrasi, penyakit pernapasan serta gangguan kulit.
D. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini yaitu:
- Menjelaskan pengertian pemanasan global
- Mengetahui penyebab pemanasan global
- Mengetahui dampak pemanasan global terhadap kesehatan
- Memberikan solusi pencegahan dampak pemanasan global
E. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dalam penelitian ini, antara lain:
- Bagi siswa yaitu sebagai bahan pembelajaran dan meningkatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan.
- Bagi sekolah yaitu menjadi bahan pembelajaran tematik terkait sains dan kesehatan serta program dalam menjaga kesehatan
- Bagi masyarakat yaitu memberikan informasi tentang bahaya pemanasan global serta solusinya
Kajian Pustaka
A. Pengertian
Pemanasan global (global warming) adalah kenaikan suhu rata-rata atmosfer, lautan, dan daratan bumi secara bertahap, yang disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia. Fenomena ini menyebabkan efek rumah kaca yang memerangkap panas matahari, memicu berbagai dampak seperti perubahan iklim, peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es, dan kejadian cuaca ekstrem.
Jadi, pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata bumi akibat menumpuknya gas rumah kaca seperti karbon dioksida dan gas lainnya. Fenomena ini menyebabkan perubahan iklim, mencairnya es di kutub, meningkatnya permukaan air laut, serta berdampak pada kesehatan manusia. Bagi anak-anak, pemanasan global dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan, penyakit kulit, hingga dehidrasi karena cuaca panas.
B. Sejarah dan Perkembangan isu pemanasan global
Perhatian dunia terhadap pemanasan global meningkat sejak akhir abad ke-20, khususnya setelah pembentukan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) pada tahun 1988. Menurut laporan terbaru IPCC, pemanasan global yang terjadi saat ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil dan perubahan penggunaan lahan. Suhu rata-rata global telah meningkat sekitar 1,1°C dibandingkan masa pra-industri, dan perubahan ini berdampak signifikan terhadap sistem iklim bumi. Jadi, pemanasan global disebabkan oleh sebagian besar aktivitas manusia terutama dalam penggunaan bahan bakar fosil dan lahan.
C. Penyebab Pemanasan global
Beberapa penyebab dari pemanasan global diantaranya sebagai berikut.
- Emisi gas rumah kaca
Aktivitas manusia seperti pembakaran batu bara, minyak, dan gas menghasilkan gas rumah kaca yang memperkuat efek rumah kaca alami dan meningkatkan suhu global permukaan bumi. - Deforestasi
Penebangan hutan dapat mengurangi jumlah pohon yang dapat menyerap karbon dioksida yang mempercepat akumulasi gas ini di atmosfer. - Pertanian dan peternakan
Produksi pangan, khususnya daging sapi, melepaskan gas metana dalam jumlah besar, yang memiliki potensi pemanasan lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida. - Industri dan limbah
Aktivitas industri menghasilkan berbagai jenis polutan dan gas rumah kaca, sementara limbah organik yang membusuk juga melepaskan metana.
D. Dampak Pemanasan global
Beberapa dampak atau akibat dari pemanasan global diantara berikut.
- Perubahan iklim ekstrem
Pemanasan global menyebabkan peningkatan kejadian cuaca ekstrem, seperti badai yang lebih kuat, gelombang panas yang lebih lama, dan pola curah hujan yang tidak menentu. - Kenaikan permukaan laut
Mencairnya es di kutub dan pemuaian air laut menyebabkan permukaan laut global naik, mengancam wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. - Kepunahan spesies
Perubahan suhu dan habitat yang cepat membuat banyak spesies tidak mampu beradaptasi, meningkatkan risiko kepunahan massal. - Krisis pangan dan air
Gangguan terhadap pola hujan dan suhu menyebabkan penurunan produktivitas pertanian dan ketersediaan air bersih. - Risiko kesehatan
Suhu yang lebih tinggi berkontribusi pada penyebaran penyakit, memperparah polusi udara, dan meningkatkan jumlah kematian akibat gelombang panas.
E. Data Terbaru tentang pemanasan global
Laporan terbaru dari NASA mengonfirmasi bahwa tahun 2023 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat. Selain itu, konsentrasi karbon dioksida di atmosfer telah mencapai angka tertinggi dalam dua juta tahun terakhir. Menurut Global Carbon Project.
Laporan dari NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) atau Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (sebuah badan ilmiah dan regulasi dari Departemen Perdagangan Amerika), juga menunjukkan bahwa permukaan laut global telah naik sekitar 21–24 sentimeter sejak tahun 1880, dengan sepertiga dari kenaikan tersebut terjadi dalam dua dekade terakhir. Berdasarkan data tersebut, pemanasan global telah mengalami peningkatan di tahun 2023 sehingga suhus bumi yang dirasakan semakin panas.
F. Pengertian Kesehatan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian kesehatan adalah keadaan (hal sehat). Dalam arti lain kesehatan ialah kebaikan keadaan (badan dan sebagainya). Menurut Undang Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, sehat adalah suatu keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Dikutip dari buku Ilmu Kesehatan: Untuk Sekolah Menengah Kejuruan oleh Heru Nurcahyo (https://kumparan.com/pengertian-dan-istilah/pengertian-sehat-aspek-dan-tips-untuk-hidup-sehat-21J916XzQe3/4), kesehatan terbagi atas tiga jenis, yaitu; kesehatan fisik, kesehatan sosial, dan kesehatan mental, berikut penjelasannya:
1. Kesehatan Fisik
Kesehatan fisik adalah kondisi tubuh manusia di mana setiap organ atau bagian tubuhnya berfungsi dengan baik. Seseorang dikatakan sehat apabila tidak merasa sakit atau keluh, dan secara objektif tidak terlihat sakit.
2. Kesehatan Mental
Kesehatan mental biasanya disebut sebagai kesehatan jiwa atau kesehatan rohani.
3. Kesehatan Sosial
Kesehatan sosial merupakan keadaan di mana manusia mampu mewujudkan interaksi tanpa membedakan suku, ras, dan warna kulit, sehingga dapat menciptakan rasa toleransi dan kesatuan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesehatan tidak hanya terkait badan atau fisik saja melainkan beberapa hal lain, termasuk mental dan pikiran, ekonomi, dan juga umum/lingkungan.
Metodologi
A. Tempat, waktu penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SDIT Al Kamil Depok, yang berlokasi di Jln. Markisa 6 RT 02 RW 03 Kota Depok. Sekolah SDIT Al Kamil Depok memiliki 18 kelas.
Tabel 3.1. Jumlah Kelas dan Peserta Didik
| No. | Kelas | Jumlah Ruang Kelas | Jumlah Peserta Didik |
| 1 | I | 5 | 83 |
| 2 | II | 4 | 75 |
| 3 | III | 2 | 54 |
| 4 | IV | 2 | 57 |
| 5 | V | 2 | 58 |
| 6 | VI | 3 | 67 |
| Jumlah | 18 | 394 |
2. Waktu Penelitian
Tabel 3.2. Alokasi Waktu Penelitian
No | Jenis Kegiatan | Bulan | |||||||||||||||||||
| Sep’25 | Okt’25 | Nov’25 | Des’25 | Jan’26 | |||||||||||||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 1 | 2 | 3 | 4 | 1 | 2 | 3 | 4 | 1 | 2 | 3 | 4 | 1 | 2 | 3 | 4 | ||
| 1 | Pengajuan Judul | ✓ | |||||||||||||||||||
| 2 | Bimbingan bab 1-2 | ✓ | |||||||||||||||||||
| 3 | Bimbingan revisi bab 2 | ✓ | |||||||||||||||||||
| 4 | Bimbingan bab 3 | ✓ | |||||||||||||||||||
| 5 | Revisi bab 3 dan pengajuan angket | ✓ | |||||||||||||||||||
| 6 | Revisi dan sebar angket | ✓ | |||||||||||||||||||
| 7 | Perhitungan angket | ✓ | |||||||||||||||||||
| 8 | Penyusunan bab 4 | ✓ | |||||||||||||||||||
| 9 | Revisi bab 4 | ✓ | |||||||||||||||||||
| 10 | Penyusunan bab 5 dan daftar pustaka | ✓ | |||||||||||||||||||
| 11 | Penyusunan kelengkapan cover depan, lembar pengesahan, kata pengantar, dsb | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ||||||||||||||||
| 12 | Penyusunan power point dan persiapan uji KTI | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | |||||||||||||||
B. Metode Penelitian
Menurut Sugiono (2012:14), metode penelitian kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Jadi, metode penelitian deskriptif kuantitatif dipilih, karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan global terhadap kesehatan siswa kelas 6 Sdit Al Kamil.
C. Alat dan Bahan Penelitian
- Kertas.
- Alat Tulis
- Laptop
- Pertanyaan untuk membuat angket.
- Printer untuk mencetak angket
D. Populasi dan Sampel
Sampel target dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI Bukhara tahun ajaran 2025/2026. Siswa laki laki berjumlah 13 orang dan perempuan berjumlah 9 Orang dengan jumlah keseluruhan 22 siswa. Sedangkan populasi terjangkaunya adalah seluruh siswa laki-laki dan perempuan kelas VI SDIT Al Kamil tahun ajaran 2025/2026.
E. Metode Pengumpulan Data
Sumber data yang diambil dalam penelitian ini berasal dari sampel yang diambil sebanyak 22 orang. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa jenis data, yaitu:
1. Studi kepustakaan
Studi kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data teoritis melalui pengambilan bahan bacaan yang ada kaitannya dengan permasalahan yang sedang dibahas, diseleksi, dan diolah, kemudian dipakai sebagai sumber data penelitian ini.
2. Angket atau Kuesioner
Data ini diperoleh dengan cara memberikan angket kepada 22 siswa yang terdiri dari 10 pertanyaan dengan 2 pilihan jawaban (Ya/Tidak).
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik angket atau kuesioner. Langkah-langkah yang dilakukan oleh penulis untuk mengumpulkan data adalah sebagai berikut:
- Siapkan pertanyaan untuk membuat angket.
- Buatlah kerangka angket dan masukkan pertanyaan yang sudah dibuat ke dalam angket.
- Print angket tersebut dan bagikan kepada responden.
- Kumpulkan angket dan rekap jawaban para responden di Ms.word/Ms. Excel
- Membuat diagram, di isi sesuai jawaban angket yang sudah di rekap.
Hasil dan Pembahasan
A. Gambaran umum objek penelitian
Peneliti Mengambil sampel terhadap seluruh siswa laki laki dan Perempuan kelas VI Bukhara sebanyak 22 siswa dengan rincian sebagai berikut:
| No. | Nama Responden | No. | Nama Responden |
| 1 | AALEYAH ZIVA ABIGAIL | 12 | CHELSEA PRAMUDITA ATMARIANI |
| 2 | ABDULLAH AL HAFIZH | 13 | TORIQ SULTAN ALBRIAN |
| 3 | SYAMILA QAULAN TSAQIILA RAMADHAN | 14 | HAMZAH HANIF IRAWAN |
| 4 | ACHMAD JALALUDDIN ROEMY KURNIAWAN | 15 | IRZAQ ZAIDAN EL HASAN |
| 5 | AHMAD MUSYAFFA ALFATIH | 16 | JIROU WICAKSONO |
| 6 | AISHA IZZARA RAMADHANI | 17 | KANEZKA ALTARO AZZAHID |
| 7 | AISYAH FATHUSSANIYYAH | 18 | KYANDRA ANAYA KAMESWORO |
| 8 | AQILA GHASSANI AZZALIA | 19 | MAZEL CLEVER PEACH ROBIANA |
| 9 | ASSYIFATU HAIFA | 20 | MUHAMAD FALLAH ABDILLAH |
| 10 | AZKA AL FAKHRIZKI | 21 | MUHAMMAD FATIH ALISYAHBANA |
| 11 | AZZAM ZHAFRAN ARIANDHI | 22 | MUHAMMAD RHAZKA MARANGGA |
Tabel 4.1 Daftar Nama Siswa
Pada penelitian ini metodologi penelitian yang digunakan adalah penyebaran angket. Pelaksanaan penyebaran angket dilaksanakan bertempat di kelas VI Bukhara SDIT Al Kamil Sukatani pada hari Rabu, 22 November 2023.
B. Deskripsi Hasil Penelitian
| No | Pertanyaan | Jawaban | |||
| Iya | % | Tidak | % | ||
| 1 | Saya mengetahui pengertian pemanasan global | 20 | 91% | 2 | 9% |
| 2 | Saya mengetahui penyebab adanya pemanasan global | 21 | 95% | 1 | 5% |
| 3 | Cuaca di sekitar sekolah saya terasa lebih panas dibandingkan sebelumnya | 13 | 59% | 9 | 41% |
| 4 | Saya sering merasa cepat lelah saat cuaca sangat panas | 19 | 86% | 3 | 14% |
| 5 | Saya lebih sering sakit kepala atau pusing ketika cuaca panas | 12 | 55% | 10 | 45% |
| 6 | Saat cuaca panas, saya sering mengalami dehidrasi (haus berlebihan). | 11 | 50% | 11 | 50% |
| 7 | Saya merasa kurang fokus dan tidak nyaman belajar saat suhu udara terlalu panas | 17 | 77% | 5 | 23% |
| 8 | Saya merasakan gangguan pernapasan seperti sesak napas, flu, batuk, atau radang tenggorikkan akibat perubahan cuaca yang ekstrem | 17 | 77% | 5 | 23% |
| 9 | Saya berusaha melindungi diri dari panas, misalnya dengan minum air atau memakai topi | 18 | 82% | 4 | 18% |
| 10 | Saya mengetahui adanya pengaruh pemanasan global terhadap mempengaruhi kesehatan manusia | 18 | 82% | 4 | 18% |
Hasil yang diperoleh dari angket tersebut adalah bagaimana pemahaman siswa mengenai Pengertian dan Pengaruh pemanasan global terhadap kesehatan siswa kelas 6 SDIT Alkamil, adalah sebagai berikut :
Tabel 4.2 Hasil Penelitian
Setelah uraian dari distribusi frekuensi jawaban di atas maka rata-rata siswa yang mengetahui penyebab adanya pemanasan global adalah 95% yaitu berjumlah 21 siswa. Sesuai dengan hasil analisis data tersebut dapat dikonfirmasikan ke dalam kriteria bahwa sebagian besar siswa 6 Bukhara telah memahami apa itu pengertian pemanasan global dan mengetahui penyebab pemanasan global. Dari hasil jawaban juga, dapat terlihat bahwa pengaruh pemanasan global terhadap kesehatan siswa 6 Bukhara berjumlah 50% dan 55%.
C. Pembahasan Hasil Penelitian
Dari hasil penelitian yang telah di lakukan penulis dapat dijelaskan tentang dampak pemanasan global yaitu sebagai berikut:
- Sebanyak 91% atau 20 orang siswa mengetahui pengertian pemanasan global, sedangkan 9% nya atau 2 orang siswa tidak.
- Sebanyak 95% atau 21 orang siswa mengetahui penyebab pemanasan global, sedangkan 5% nya atau 1 orang siswa tidak.
- Sebanyak 59% atau 13 orang siswa merasakan bahwa cuaca disekitar sekolah lebih panas, sedangkan 41% nya atau 9 orang tidak.
- Sebanyak 86% atau 19 orang siswa merasakan cepat lelah saat cuaca sedang panas, sedangkan 14% nya atau 3 orang tidak.
- Sebanyak 55% atau 12 orang siswa merasa pusing atau sakit kepala saat cuaca panas, sedangkan 45% nya atau 10 orang siswa tidak.
- Sebanyak 50% atau 11 orang siswa merasa dehidrasi/haus berlebih saat cuaca sedang panas, sedangkan 50% nya atau 11 orang siswa tidak.
- Sebanyak 77% atau 17 orang siswa merasa kurang fokus dan tidak nyaman belajar saat suhu udara terlalu panas, sedangkan 23% nya atau 5 orang siswa tidak.
- Sebanyak 77% atau 17 orang siswa merasakan gangguan pernapasan seperti sesak napas, flu, batuk, atau radang tenggorokan akibat perubahan cuaca yang ekstrem, sedangkan 23% nya atau 5 orang siswa tidak.
- Sebanyak 82% atau 18 orang siswa berusaha melindungi diri dari panas, misalnya dengan minum air atau memakai topi, sedangkan 4 orang siswa tidak.
- Sebanyak 82% atau 18 orang siswa mengetahui adanya pengaruh pemanasan global terhadap mempengaruhi kesehatan manusia, sedangkan 4 orang siswa tidak.
D. Pengujian Hipotesis
Menjawab hipotesis pada penelitian ini, didapatkan jawaban sebagai berikut:
- Pemanasan global sangat memengaruhi siswa-siswi kelas VI Bukhara, dari sisi kenyamanan dan kesehatan.
- Contoh dampak pemanasan global bagi kesehatan adalah pusing dan dehidrasi. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar siswa-siswi VI Bukhara merasakan adanya rasa pusing dan rasa dehidrasi. Ini menunjukan bahwa dampak pemanasan global sangat berpengaruh bagi seluruh siswa VI Bukhara.
Kesimpulan dan Saran
A. Simpulan
Berdasarkan hasil dari penyebaran angket dan pembahasan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut.
- Sebagian besar siswa VI Bukhara telah mengetahui apa pengertian dari pemanasan global. Dan sebagian besar siswa VI Bukhara mengetahui apa dampak-dampak pemanasan dari segi kenyamanan dan kesehatan.
- Pemanasan global sangat berpengaruh dalam segi kesehatan dan kenyamanan. Dibuktikan pada saat pembagian angket, terdapat 19 siswa yang merasakan dampak dari pemanasan global.
B. Saran
Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan yang telah diberikan, maka dapat diberikan beberapa saran yaitu sebagian berikut:
- Sekolah
Bagi sekolah, saya ingin sekolah dapat menyediakan jaring di area outdoor agar para siswa tidak terkena langsung pemanasan global. - Orang Tua
Bagi orang tua dapat mendidik dan memberikan penjelasan kepada anak dirumah agar mengetahui cara mencegah pemanasan global. - Peserta Didik
Bagi anak, selalu menjaga kesehatan dengan makan bergizi dan istirahat cukup, agar kuat dan terhindar dri penyakit yang disebabkan oleh pemanasan global,
Daftar Pustaka
https://gaw-bariri.bmkg.go.id/index.php/karya-tulis-dan-artikel/gawsarium/247-pemanasan-global
buku Ilmu Kesehatan: Untuk Sekolah Menengah Kejuruan oleh Heru Nurcahyo
(https://kumparan.com/pengertian-dan-istilah/pengertian-sehat-aspek-dan-tips-untuk-hidup-sehat-21J916XzQe3/4)
Lampiran
A. Dokumentasi





B. Angket
ANGKET PENELITIAN
PENGARUH PEMANASAN GLOBAL TERHADAP KESEHATAN
SISWA KELAS VI SDIT AL KAMIL
TAHUN PELAJARAN 2025/2026
Nama Responden :
Kelas :
Hari, Tanggal :
Bacalah pernyataan-pernyataan berikut ini dengan teliti dan beri tanda ceklis (✓) pada salah satu pilihan jyang sesuai!
| NO | PERTANYAAN | YA | TIDAK |
| 1 | Saya mengetahui pengertian pemanasan global | ||
| 2 | Saya mengetahui penyebab adanya pemanasan global | ||
| 3 | Cuaca di sekitar sekolah saya terasa lebih panas dibandingkan sebelumnya | ||
| 4 | Saya sering merasa cepat lelah saat cuaca sangat panas | ||
| 5 | Saya lebih sering sakit kepala atau pusing ketika cuaca panas | ||
| 6 | Saat cuaca panas, saya sering mengalami dehidrasi (haus berlebihan). | ||
| 7 | Saya merasa kurang fokus dan tidak nyaman belajar saat suhu udara terlalu panas | ||
| 8 | Saya merasakan gangguan pernapasan seperti sesak napas, flu, batuk, atau radang tenggorikkan akibat perubahan cuaca yang ekstrem | ||
| 9 | Saya berusaha melindungi diri dari panas, misalnya dengan minum air atau memakai topi | ||
| 10 | Saya mengetahui adanya pengaruh pemanasan global terhadap mempengaruhi kesehatan manusia |