Untuk mengakhiri tahun 2025, Siswa kelas 6 SDIT Al Kamil melaksanakan acara rutin, yaitu Live in Village. Kali ini berlokasi di Kampung Batukasur, Ciwidey. Dibawah bimbingan ibu Riya Adriyani, Kami berangkat tanggal 8 Desember dan pulang pada 3 hari kemudian. Live in Village kali ini merupakan acara yang ke 19 setelah diadakan rutin sejak angkatan 1. Program ini akan menjadi pengalaman merantau 4 hari bagi peserta yang penuh pembelajaran, kemandirian, dan kebersamaan.
Apa Tujuan dan Nilai dari Kegiatan ini ?

Dengan pengalaman merantau selama 4 hari, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pribadi yang baru, pribadi yang mandiri, tangguh, percaya diri, dan bertanggung jawab. Dan bermanfaat untuk melatih kemampuan berinteraksi dan bersosial di lingkungan yang baru. Selain itu, masih banyak lagi manfaat yang ditanamkan di kegiatan ini, yaitu akidah serta ibadah yang benar, budi pekerti mulia, mengelola emosi, kemandirian, rasa percaya diri, empati terhadap sesama, kerjasama dan komunikasi, serta kemampuan untuk mengumpulkan dan mengolah informasi.
Bagaimana Kegiatan ini Berlangsung ?
Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari, dimana setiap detiknya penuh dengan aktivitas yang bermanfaat.

Rombongan peserta mengunjungi museum geologi yang berlokasi di kota bandung. Disini siswa mempelajari banyak, mulai dari sejarah bumi, Evolusi kehidupan, berbagai macam jenis batuan dan mineral, dan fenomena geologi. Mempelajarinya melalui koleksi fosil manusia purba, hewan purba, simulasi, pameran interaktif, Sumber daya alam, hingga simulasi bencana yang disimulasikan dengan alat khusus.
Selanjutnya menuju kampung batukasur, disana mereka berkenalan dan tinggal bersama orang tua asuh. Siswa tidak hanya tinggal, mereka juga membantu orang tua, mulai dari pekerjaan rumah sampai profesi mereka (bertani, berdagang, dsb.) Selain itu, mereka juga bersosialisasi dengan penduduk setempat.
Aktivitas rutin yang dibiasakan di sekolah juga dilaksanakan seperti biasa. Mulai dari sholat berjamaah di masjid, mengaji dengan target membaca setengah juz dalam sehari, serta motivasi al al qur’an yang disampaikan oleh ustadz sopwan.

Selain itu, ada beberapa aktivitas sosial yang dilakukan. Ada beberapa siswa yang ditunjuk untuk mengajarkan anak anak setempat mengaji. Mereka membantu di TK setempat, sambil menyimak bacaan tajwid anak anak setempat. Selain itu, peserta juga membagikan paket sembako kepada 130 kepala keluarga setempat.
Aktivitas yang dilakukan bersama sama seperti menanam cabai dengan mentor pak RT setempat, Belajar budaya lokal pencak silat dan tari jaipong yang dimentori oleh remaja setempat yang memang aktif menggelutinya.
Lalu acara puncak, peserta melakukan panen stoberi, produk andalan ciwidey. panen ini dipandu langsung oleh pak RT, sekaligus pemilik kebun stroberi di kampung ini. Stroberi yang dipetik memiliki rasa manis yang berbeda dari biasanya.
Acara ditutup pada hari Rabu malam, sekaligus penyerahan donasi untuk masjid dan makan besar bersama warga kampung barukasur.
Momen Berkesan?
Setelah hidup bersama orang tua asuh selama 4 hari, tidak sedikit siswa yang sedih ketika harus berpisah pada hari kepulangan. Momen membantu di ladang, bersih bersih rumah, serta bersosialisasi dengan teman sebaya di lingkungan baru akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Manfaat yang Didapatkan ?

Baik sekolah, siswa, maupun masyarakat mendapatkan manfaat yang membangun.
Siswa dapat mendapatkan pengalaman yang bernilai, selama 4 hari merantau di lingkungan asing, mereka melatih kemandirian, tanggung jawab, serta adaptasi. Hasilnya, mereka bisa mengurus diri sendiri, bersosialisasi serta menumbuhkan empati.
Sekolah juga mendapatkan manfaat, dengan ini progam ini, sekolah dapat memperkuat citra sebagai lembaga yang peduli. Baik dalam pembentukan karakter siswa maupun dalam hubungan kepada masyarakat.
Manfaat bagi masyarakat, program ini membuka peluang koneksi dengan sekolah, serta kesempatan untuk mempromosikan produk desa.
Penutup
Live in Village bukan hanya kegiatan rutin, melainkan sebuah proses perjalanan hidup yang menanamkan nilai kemandirian, empati, serta kebersamaan. Setelah mengalami perantauan singkat, siswa kelas 6 SDIT Al kamil kembali ke rumah masing masing dengan membawa pengalaman berharga yang dapat dijadikan bekal untuk meraih masa depan yang gemilang.